Keberlanjutan

R&D

PENELITIAN & PENGEMBANGAN
  1. Riset Akuakultur

  2. Fasilitas Manufaktur

  3. Pusat Riset Akuakultur

LAYANAN TEKNIS

LAYANAN TEKNIS
  1. LAB MOBILE

  2. Pemeriksaan Kualitas Air

  3. Konsultasi Budidaya & Produk

  4. Seminar

PRODUK

PRODUK
  1. Produk Kami

  2. Katalog Produk

  3. Pakan Performa Fungsional

  4. Pakan Non Fungsional

  5. Produk Kesehatan Hewan

TENTANG KAMI

TENTANG KAMI
  1. Cerita Kami

  2. Misi & Visi

  3. Manajemen

  4. Karier

ACARA & BERITA
Penyebab dan Pencegahan Penyakit Bintik Putih

Virus White Spot Syndrom (WSSV)

 

Banyak spesies virus diketahui menyebabkan kematian udang, dan WSSV adalah yang paling sulit dicegah karena jangkauan inangnya yang luas, infektivitas dan mortalitas yang tinggi. Pertama kali dilaporkan di Taiwan pada tahun 1992, virus dengan cepat menyebar ke Jepang dan negara-negara Asia lainnya, kemudian kasus pertama dilaporkan di Texas Selatan, Ekuador dan Brasil (Hasson et al., 2006; Galaviz-Silva et al., 2004).

 

Virion WSSV berbentuk bulat telur dan memiliki selubung virus. Panjangnya 210-420 nm dan lebarnya 70-167 nm (Lu et al., 1997). Nukleokapsid memiliki panjang 330-350 nm, memiliki diameter 58-67 nm, dan terlihat dalam bentuk bulat telur, gelendong atau batang.

 

Terkadang pelengkap seperti ekor (untuk gerakan virion) ada di satu sisi.

 

Nukleokapsid virus diselimuti oleh subunit nukleokapsid. Karena udang sebagai krustasea, memiliki sistem sirkulasi terbuka, virus dapat dengan mudah menyebar ke bagian tubuh manapun melalui hemolimf dan membentuk garis-garis horizontal yang khas dengan lebar 20 nm (Wang et al., 1995).

 

Inang dan Cara Penularan WSSV

 

WSSV memiliki banyak variasi inang, terutama ordo Decapoda of Crustacea (Sanchez-Paz, 2010), dan sangat menular dan fatal bagi udang, seperti udang windu Asia (Penaeus monodon), udang kaki putih (Penaeus vannamei), udang windu Jepang (Marsupenaeus japonicus) dan udang oriental (Penaeus chinensis). Ketika terinfeksi pada tahap kehidupan pasca-larva, udang windu Asia akan segera mati oleh infeksi tersebut, dengan tingkat kematian 100% (Sanchez-Paz, 2010). WSSV juga dapat menginfeksi spesies air lainnya termasuk kepiting, Copepoda dan udang air asin tetapi dengan angka kematian yang lebih rendah. Spesimen yang terinfeksi ini dapat menjadi pembawa WSSV (Lo et al., 1996; Lo dan Kou, 1998).

 

Cara Penularan

Transimis Horizontal 

Udang asimtomatik, air kolam, pembawa, udang yang terinfeksi

Transmisi Vertical 

Ditularkan ke keturunannya melalui telur yang menempel atau membawa virus

 

Musim WSSV

 

Kisaran suhu prevalensi WSSV




 

Kisaran suhu ideal udang putih




 

Kisaran suhu yang dapat ditoleransi dari udang putih


 
  • Karena perubahan suhu air tidak dapat dihindari pada musim transimis, tindakan pencegahan sebelum musim berganti menjadi penting
  • Perubahan suhu air, fluktuasi suhu; hujan petir sore hari, hujan yang turun dalam waktu lebih singkat
 

Perkembangan WSSV

 

Perkembangan WSSV mencakup tiga tahap

 
Inkubasi (tahap awal)
 
  • Udang yang terinfeksi mungkin atau mungkin tidak menunjukkan gejala klinis WSSV
  • Udang yang terinfeksi mungkin masih menunjukkan pola renang atau kekuatan renang normal
Transisi
 
  • Minuscule, bintik putih muncul di exoskeleton
  • Hanya berlangsung beberapa jam
Onset (tahap akhir)
 
  • Gejala klinis WSSV berkembang
  • Udang yang terinfeksi akan mati dalam hitungan beberapa jam hingga hari

Perilaku udang saat tahap awal atau permulaan

  • Udang yang terinfeksi tampak lemah dan menunjukkan asupan makanan berkurang
  • Bergerak perlahan atau berputar-putar di perairan dangkal tepi kolam
  • Tubuh udang menjadi gelap atau kemerahan pada awal infeksi, kemudian udang yang terinfeksi tetap berada di dasar tambak atau tepi tambak pada tahap akhir
 

Ciri-Ciri Infeksi WSSV

 
  • Bintik putih yang terlihat jelas pada kepala (cephalo), dada (thorax), pelengkap (kaki) dan permukaan tubuh udang yang terinfeksi
  • Di bawah mikroskop, bintik putih tersebut terlihat seperti kristal berkilau berupa kelopak bunga krisan
  • Erosi hati dan pankreas
  • Daging terlepas dari kepala dan karapas dada (thorax)
 

Bintik putih yang terlihat pada permukaan kepala dan karapas dada

Secara mikroskopis, bintik putih berupa kristal mengkilap menyerupai kelopak bunga krisan

 

Pencegahan WSSV 

 

Saat ini belum ada pengobatan yang efektif untuk WSSV. Namun, solusi alternatifnya adalah menjaga kondisi lingkungan yang sangat baik dengan menerapkan bakteri fotosintetik (PSB) seperti Grobest's Red Bac King, atau mikroorganisme efektif (EM) seperti Grobest's Pro Bac King untuk menghambat reproduksi WSSV di kolam. Selain itu, memberi pakan fungsional Grobest untuk udang akan meningkatkan kekebalan imun dan mengurangi risiko serangan penyakit.